Setelah hampir dua tahun sejak diusulkan, llms.txt ternyata hampir tidak
pernah dibaca oleh AI crawler yang menjadi targetnya. Tiga studi log
independen tahun 2026 menemukan OpenAI, Anthropic, dan Perplexity sama-sama
mengakses file ini puluhan kali lebih sedikit dibanding robots.txt pada
rentang waktu yang sama, meski ribuan situs sudah memasangnya.

**Ringkasan cepat:**

1. Studi Ahrefs terhadap 137.000 domain menemukan 97% file llms.txt yang terpasang menerima nol permintaan sepanjang Mei 2026.
2. Studi log 83 situs selama 12 minggu (April-Juli 2026) mencatat OpenAI mengakses llms.txt cuma 7 kali dan Perplexity 0 kali, dibanding robots.txt yang diakses ribuan kali oleh crawler yang sama.
3. John Mueller (Google) menyebut manfaat llms.txt "purely speculative" karena file ini sudah bertahan dua tahun tanpa satu pun sistem AI yang terkonfirmasi memakainya.
4. Adopsi tetap berjalan (sekitar 28% domain di sampel Ahrefs sudah memasangnya) meski buktinya nihil, menunjukkan gap antara spekulasi dan praktik nyata.
5. Pola ini konsisten dengan temuan studi schema JSON-LD sebelumnya: AI crawler lebih mengandalkan HTML yang benar-benar terlihat saat retrieval live, bukan file ringkasan terpisah.

## Apa Sebenarnya yang Diukur dalam Studi Log Ini?

Studi yang paling relevan mengukur selisih jumlah *request* HTTP nyata ke
`/llms.txt` dibanding `/robots.txt` dari user-agent crawler AI yang sudah
dikenal, diambil langsung dari access log server, bukan survei atau
estimasi tidak langsung. Penelitian [EZY.ai](https://www.ezy.ai/research/do-ai-bots-read-llms-txt)
terhadap 83 situs dengan llms.txt terpasang, dipantau selama 12 minggu
(27 April sampai 19 Juli 2026), mencatat hasil yang jauh dari harapan:
GPTBot (OpenAI) mengakses llms.txt 7 kali tapi robots.txt 3.990 kali;
ClaudeBot (Anthropic) mengakses llms.txt 9 kali tapi robots.txt 3.120 kali;
PerplexityBot mengakses llms.txt 0 kali meski robots.txt diakses 775 kali.

Temuan ini sejalan dengan studi skala lebih besar dari Ahrefs yang
menganalisis 137.000 domain pada Mei 2026: dari domain yang benar-benar
memiliki file llms.txt valid, [97% menerima nol permintaan](https://ahrefs.com/blog/what-is-llms-txt/)
sepanjang bulan itu. Dua studi dengan metodologi dan skala berbeda sampai
pada kesimpulan yang sama, memperkuat bahwa ini bukan kebetulan sampel
kecil.

### Kenapa Angka Robots.txt Jadi Pembanding yang Relevan?

robots.txt dipakai sebagai baseline karena fungsinya setara (file konvensi
di root domain yang dibaca crawler sebelum mengakses konten), sudah
menjadi standar dekade lalu, dan diakses oleh crawler AI yang sama persis.
Kalau llms.txt benar-benar dipakai sebagaimana diklaim pendukungnya, pola
akses semestinya sebanding, bukan berbeda ratusan kali lipat.

## Kenapa Google dan AI Crawler Lain Belum Mengandalkan llms.txt?

John Mueller dari Google menyampaikan sikap resmi Google soal ini lewat
diskusi publik yang dikutip media SEO:

> I don't think anyone knows – it's purely speculative for now (the file
> has existed for years, yet none of the AI systems use it — what does it
> mean?).
>
> — John Mueller, dikutip di [Search Engine Journal](https://www.searchenginejournal.com/google-says-llms-txt-is-purely-speculative-for-now/577576/)
> (2 Juni 2026)

Pernyataan ini konsisten dengan pola yang sudah dibahas di [studi kasus
schema JSON-LD](/blog/studi-kasus-schema-json-ld-tidak-naikkan-sitasi-ai):
AI assistant yang diuji saat retrieval live cenderung membaca teks yang
benar-benar terlihat di HTML halaman, bukan file markup atau ringkasan
tersembunyi yang terpisah dari konten utama. llms.txt butuh langkah ekstra
(AI agent harus secara sadar memilih mengunjunginya), sementara HTML
halaman itu sendiri sudah pasti diakses saat crawler memutuskan membaca
sebuah URL.

## Ringkasan: Dua Tahun Berjalan, AI Crawler Tetap Pilih robots.txt dan HTML Langsung

- Tiga sumber data independen (Ahrefs 137.000 domain, EZY.ai 83 situs, pernyataan resmi Google) sepakat: llms.txt nyaris tidak pernah diakses AI crawler meski sudah dua tahun berjalan sejak diusulkan.
- Status llms.txt tetap "spekulatif", bukan terbukti sepenuhnya sia-sia, karena spesifikasinya masih berkembang dan belum ada jaminan selamanya tidak dipakai.
- Prioritas GEO yang lebih terbukti tetap konten self-contained di HTML yang benar-benar terlihat, bukan file ringkasan tambahan.
- Kalau sudah terlanjur memasang [llms.txt di Next.js](/blog/cara-membuat-llms-txt-nextjs), tidak perlu dicabut (biaya mempertahankannya nyaris nol), tapi jangan jadikan itu pengganti kerja GEO inti.
- Butuh audit GEO/AEO yang memprioritaskan sinyal dengan bukti nyata seperti ini? Lihat [layanan SEO teknis dan web development](/layanan) yang ditawarkan.