Tiga tools gratis untuk cek dan validasi schema markup adalah Rich Results Test dari Google (kelayakan rich result), Schema Markup Validator dari schema.org (validasi sintaks JSON-LD/Microdata/RDFa), dan URL Inspection Tool di Search Console (status structured data yang benar-benar sudah terindeks). Ketiganya gratis, tidak perlu login untuk dua yang pertama, dan saling melengkapi karena mengecek hal yang berbeda.
Ringkasan cepat:
- Rich Results Test (Google) mengecek kelayakan rich result, hanya untuk tipe schema yang didukung Google seperti Article, FAQPage, Product, Review, dan Breadcrumb.
- Schema Markup Validator (schema.org) adalah penerus resmi Structured Data Testing Tool, memvalidasi sintaks JSON-LD/Microdata/RDFa terhadap seluruh standar schema.org.
- URL Inspection Tool di Search Console satu-satunya yang menampilkan status structured data pada versi halaman yang benar-benar sudah terindeks Google.
- Structured Data Testing Tool lama resmi digantikan Schema Markup Validator sejak 9 Agustus 2021.
- Lolos validasi sintaks di ketiga tools tidak menjamin tampil sebagai rich result; itu keputusan Google berdasarkan faktor lain seperti kualitas konten dan relevansi kueri.
Kenapa Perlu Lebih dari Satu Tools Validasi?
Satu tools saja tidak cukup karena masing-masing mengecek lapisan yang berbeda. Validasi sintaks (apakah JSON-LD-nya valid) berbeda dari validasi kelayakan rich result (apakah Google mau menampilkannya sebagai rich snippet), dan keduanya berbeda lagi dari status indexing nyata (apakah Google benar-benar sudah membaca structured data itu di halaman yang terindeks).
Artikel cara implementasi schema markup JSON-LD di Next.js sudah membahas cara memasang JSON-LD di App Router. Artikel ini fokus ke tools yang dipakai setelah markup terpasang, untuk memastikan tidak ada yang salah sebelum dan sesudah deploy.
| Tools | Yang dicek | Cakupan tipe schema | Kapan pakai |
|---|---|---|---|
| Rich Results Test | Kelayakan tampil sebagai rich result di Google | Hanya tipe yang didukung Google (Article, FAQPage, Product, Review, Breadcrumb, dll) | Sebelum deploy, cek apakah markup memenuhi syarat rich result |
| Schema Markup Validator | Validitas sintaks JSON-LD/Microdata/RDFa | Seluruh standar schema.org, termasuk tipe yang tidak dipakai Google | Saat development, validasi sintaks murni tanpa terikat kebijakan Google |
| URL Inspection Tool (Search Console) | Structured data pada versi halaman yang sudah terindeks | Mengikuti apa pun yang berhasil di-crawl dan diproses Google | Setelah deploy, konfirmasi Google benar-benar membaca markup di versi live |
Rich Results Test (Google)
Rich Results Test (search.google.com/test/rich-results) adalah tools resmi Google untuk mengecek apakah sebuah halaman memenuhi syarat tampil sebagai rich result di Google Search. Tools ini hanya menguji tipe schema yang benar-benar didukung Google untuk rich result, seperti Article, FAQPage, Product, Review, dan Breadcrumb, bukan seluruh spesifikasi schema.org.
Cara pakainya cukup masukkan URL halaman atau tempel kode HTML/JSON-LD langsung, lalu tools ini menampilkan tipe schema yang terdeteksi beserta status kelayakannya untuk rich result.
Schema Markup Validator (schema.org)
Schema Markup Validator di validator.schema.org adalah penerus resmi Structured Data Testing Tool (SDTT) milik Google yang sudah dihentikan. Menurut pengumuman resmi schema.org, tools ini mulai aktif Mei 2021 dan resmi menggantikan SDTT pada 9 Agustus 2021, kini dikelola sebagai layanan untuk komunitas schema.org.
Bedanya dengan Rich Results Test: Schema Markup Validator memvalidasi struktur data terhadap seluruh standar schema.org, bukan hanya tipe yang dipakai Google untuk rich result. Menurut dokumentasi resminya, tools ini bisa mengambil markup langsung dari URL atau kode yang ditempel, mengekstrak JSON-LD, Microdata, dan RDFa sekaligus, lalu menampilkan ringkasan graph structured data yang ditemukan beserta kesalahan sintaksnya.
It is simpler than its predecessor SDTT because it is dedicated to checking that you're using JSON-LD, RDFa and Microdata in widely understood ways, and to warning you if you are using Schema.org types and properties in unusual combinations.
— Pengumuman resmi schema.org, Mei 2021
Bagaimana Cara Cek Structured Data yang Sudah Terindeks Google?
Rich Results Test dan Schema Markup Validator sama-sama mengecek halaman versi live, belum tentu sama dengan versi yang sudah di-crawl dan disimpan Google. Untuk itu perlu URL Inspection Tool di Google Search Console, yang menurut dokumentasi resmi Search Console Help menampilkan laporan structured data dari versi halaman yang sudah terindeks, termasuk error yang ditemukan Google saat memproses markup tersebut.
Alur praktis yang jujur soal keterbatasannya: validasi sintaks dulu lewat Schema Markup Validator saat masih development, cek kelayakan rich result lewat Rich Results Test sebelum deploy, lalu setelah deploy pantau URL Inspection Tool di Search Console untuk konfirmasi Google benar-benar membaca markup itu di versi terindeks. Proses validasi ulang di Search Console bisa makan waktu dua minggu atau lebih tergantung frekuensi crawl, jadi jangan berharap hasilnya instan.
Kenapa Lolos Validasi Tidak Selalu Berarti Tampil sebagai Rich Result
Lolos di ketiga tools ini hanya membuktikan struktur datanya benar secara teknis. Google tetap memutuskan sendiri kapan sebuah halaman ditampilkan sebagai rich result berdasarkan faktor lain di luar kendali validator, seperti kualitas konten, kebijakan spam, dan relevansi terhadap kueri pencarian. Jangan menjadikan lolos validasi sebagai jaminan visibilitas.
Ringkasan
- Tiga tools gratis: Rich Results Test (kelayakan rich result Google), Schema Markup Validator schema.org (validasi sintaks penuh), dan URL Inspection Tool Search Console (status terindeks nyata).
- Structured Data Testing Tool lama sudah resmi digantikan Schema Markup Validator sejak 9 Agustus 2021.
- Lolos validasi sintaks tidak menjamin tampil sebagai rich result; itu keputusan Google berdasarkan faktor lain di luar markup.
- Tools ini melengkapi tutorial implementasi schema markup JSON-LD di Next.js yang sudah dibahas sebelumnya. Kalau butuh bantuan audit dan implementasi structured data secara menyeluruh, layanan SEO dan GEO mencakup proses ini dari awal.
